MASJID AN-NAHL BUMI PERMATA SUDIANG 2 MAKASSAR: SURAT KEPUTUSAN PENGURUS MASJID AN-NAHL: PENGURUS MASJID AN-NAHL BUMI PERMATA SUDIANG 2 KELURAHAN SUDIANG RAYA KECAMATAN BIRINGKANAYA S ekertariat : Jl. Goa...
Mohon beri komentar yang membangun...?
Thursday, June 29, 2017
Friday, April 22, 2016
Monday, April 18, 2016
Gerakan Makassarta Tidak Rantasa
Makassar ta Tidak Rantasa ,,itulah tag line yang telah dicanangkan oleh Walikota Makassar Bapak Dani Ramdhan Pomanto..sebuah tag line yang mengajak masyarakat kota makassar untuk turut serta dan menghimbau untuk melakukan tanggung jawab menjaga kota makassar agar kebersihan tetap terjaga terutama di lorong yang disebut Lorong Garden. Gerakan ini sedang terlaksana dan terus terlaksana, seperti yang dilakukan oleh Warga Perumahan Bumi Permata Sudiang 2 RW 22 bersama sargas Kecamatan Biringkanaya dan Lurah dan staf turut andil melakukan kerja bakti bersama. Hadir juga dalam kerja bakti Bapak Aspionare Masrie dan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Makassar bersilaturrahim di KWT Hijau. Salah satu yang menarik dari lokasi KWT Hijau ini adalah lokasi kebun bibit yang memiliki semacam Gasebo seperti sanggar tani di desa, Sanggar Tani inilah yang membuat kesan suasana pedesaan yang berada di pinggir kota makssar.
Sunday, April 10, 2016
TUDANG SIPULUNG BERSAMA WARGA BPS 2 RT005 RW 22
![]() |
| Saat Pak Camat Biringkanaya memberi Arahan dan Masukan |
Tudang Sipulung bersama Camat Biringkanaya dan Ibu Camat, Gelar Tudang Sipulung dilaksanakan oleh kelompok wanita tani (KWT) Hijau bersama tokoh masyarakat. Menuru Bpk Emil Syah Nur, Gelar Tudang Sipulung ini berawal dengan komunikasi dengan Bapak Camat Biringkanaya (Bpk. Andi Syahrum) melalui Komunikasi Whatsaap beliau bersama salah seorang tokoh masyarakat Bpk Abdul Hakim, dimana dalam komunikasi itu bpk camat di ajak untuk jalan-jalan berkunjung ke Lokasi KWT Hijau dimana kami sering bersama beberapa Tomas selalu hadir di kebun tepatnya di Gasebo atau Sanggar Tani KWT setiap malam guna berdiskusi dan bertukar pikiran dalam merencanakan setiap langkah-langkah kegiatan demi mendukung suksesnya Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan melalui Kgiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari. Tujuan Kegiatan KRPL ini adalah untuk meningkatkan keterampilan keluarga khususnya wanita dalam memanfaatkan pekarangan diseputar halaman rumah guna pemenuhan pangan dan gizi yang lebih terjangkau dan aman serta dalam rangka mengembangkan ekonomi keluarga dalam pengembangan pengolahan pangan lokal yang berasal dari pekarangan" demikian bpk Hakim menambahkan.
Monday, April 4, 2016
OPTIMALISASI PEMANFAATAN PEKARANGAN
Pekarangan adalah sebidang tanah disekitar rumah yang
dikelilingi pagar bila dimanfaatkan secara maksimal dapat berperan sebagai
pemberi keindahan dan keasrian, sekaligus apotek hidup dan warung hidup yang
memudahkan kita memperoleh obat alami dan bumbu dapur yang masih segar. Jika
dimanfaatkan secara maksimal dapat meningkatkan pemenuhan gizi mikro melalui
perbaikan menu keluarga.
Pekarangan dapat diberdayakan untuk berbagai komoditas (tanaman, ternak dan ikan) sertadapat dilakukan secara terpadu mulai dari tanaman buah, sayuran, tanaman obat-obatan, tanaman perkebunan, pemeliharaan ternak dan pemeliharaan ikan. Budaya memanfaatkan pekarangansebenarnya telah lama dilakukan oleh masyarakat, terutama di pedesaan, meski demikian perlu digalakkan kembali mengingat kondisi saat ini kurang mendapat perhatian.
Pada lahan luas dianjurkan untuk menanam tanaman khususnya tanaman buah, seperti jerukdan jambu biji, sedangkan untuk lahan yang sempit dapat dianjurkan untuk menanam tanaman buah dalam pot (Tabulampot).
Dwnloud disini
Sunday, April 3, 2016
Saturday, April 2, 2016
CARA MENANAM HIDROPONIK MENGGUNAKAN NUTRISI HIDROPONIK AB MIX
Menanam seledri hidroponik sama
dengan menanam hidroponik sayuran lain. Tapi umumnya keluhan justru
muncul disaat penyemaian. Padahal kalau kita tahu apa yang harus dilakukan,
sebetulnya tidaklah terlalu sulit. Tapi untuk lebih mudahnya, mari kita bahas
cara menanam hidroponik seledri
Tahap penyemaian.
Sebelum ditanam pada rak
hidroponik, sebaiknya dilakukan penyemaian terlebih dahulu. Proses semai
kita gunakan arang sekam dicampur cocopeat karena selain murah, mudah didapat
di mana-mana, selain itu juga mudah dalam proses pindah tanam (akar tidak
rusak).
Bahan yang diperlukan adalah :
Pot untuk penyemaian
- Arang sekam + cocopeat
- Benih seledri
- Plastik hitam
Caranya :
- Masukkan arang sekam + cocopeat ke pot
- Taburkan benih secara merata di atas arang sekam + cocopeat.
- Taburkan lagi arang sekam untuk menutupi benih cukup tipis-tipis saja.
- Siram benih dengan menggunakan sprayer agar media tidak terhambur kemana mana
- Tutup dengan plastic hitam dan tunggu sampaibenih tumbuh . Tutup plastic dubuka setiap 2 hari untuk melihat kelembaban media. Media jangan sampai kekeringan.
- Setelah seminggu, buka tutup plastik. Biasanya benih sudah tumbuh.
- Bibit dikenakan cahaya matahari (jangan terlalu terik)
- Lakukan penyiraman sampai 5- 6 minggu dan tanaman siap pindah tanam. Karena bibit seledri sangat lembut dan mudah rusak, sebaiknya penyiraman jangan diguyurkan ke bibit. Untuk penyiraman biasanya saya gunakan ember/baskom diisi air, kemudian pot yang berisi bibit saya masukkan ke dalam ember/baskom tersebut sampai seluruh media tanam basah. Selanjutnya pot diangkat dan ditiriskan.
Sunday, November 8, 2015
Saturday, October 24, 2015
BUDIDAYA SELEDREI
Tanaman seledri (Apium graveolens)
termasuk dalam keluarga Umbelliferae, tanaman yang sering dijadikan herba atau
tanaman berkhasiat obat. Daun seledri dikonsumsi sebagai lalapan dan penghias
hidangan. Bijinya dijadikan bahan penyedap dan ekstrak minyak seledri
dimanfaatkan sebagai obat.
Usaha tani budidaya seledri sangat
cocok dilakukan di dataran tinggi dengan ketinggian 1000-1200 meter dari
permukaan laut. Namun tanaman ini masih toleran ditumbuhkan di dataran rendah.
Tanaman ini kurang tahan terhadap curah hujan tinggi.
Jenis tanah yang dikehendaki dalam
budidaya seledri adalah tanah yang gembur dan mengandung banyak bahan organik.
Tanaman ini tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-6,5. Apabila tanah
terlalu asam sebaiknya tambahkan kapur atau dolomit.
Cara menanam seledri
Terdapat dua cara menanam seledri
yaitu perbanyakan generatif (dari biji) dan perbanyakan vegetatif (dari
anakan). Perbanyakan generatif biasanya diterapkan untuk budidaya seledri skala
luas atau komersial. Untuk budidaya skala pekarangan seperti dalam pot atau
polybag, perbanyakan secara vegetatif lebih mudah dilakukan.
Perbanyakan generatif dmulai dengan
menyemaikan biji terlebih dahulu. Setelah biji tumbuh menjadi bibit, baru
dipindahkan ke dalam pot atau polybag.
Berikut langkah-langkahnya:
Sebelum biji disemai, rendam
terlebih dahulu dalam air hangat kuku (50-60 derajat celcius) selama 1 jam.
Siapkan tempat persemaian berupa
bedengan atau baki semai. Media semai terdiri dari campuran tanah dan kompos
yang telah diayak dengan perbandingan 2:1. Baca cara membuat media persemaian.
Berikan naungan dengan plastik
bening pada bedengan semai untuk menlindungi tanaman dari kucuran air hujan
langsung dan terik matahari.
Buat alur garitan di atas bedengan
sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alur 10-20 cm. Tebarkan benih ke dalam alur
tersebut dan tutup tipis dengan tanah lalu siram untuk mempertahankan
kelembabannya.
Siram dengan air secukupnya setiap
pagi atau sore untuk mempertahankan kelembaban media persemaian. Media jangan
terlalu basah dan jangan pula sampai kekeringan.
Bibit siap dipindahkan ke pot atau
polybag setelah 1 bulan atau setelah tumbuh 3-4 helai daun.
Perbanyakan vegetatif biasanya
dilakukan apabila kita telah memiliki tanaman seledri sebelumnya. Cara
perbanyakannya, ambil anakan yang terdapat dalam rumpun tanaman seledri yang
telah ada. Kemudian pindahkan ke pot atau polybag baru. Selanjutnya tanaman
bisa diperbanyak dari rumpun seledri yang tumbuh.
Setelah bibit siap dipindahkan,
siapkan pot atau polybag ukuran sedang. Isi dengan media tanam yang terdiri
dari campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Ayak
terlabih dahulu bahan-bahan tersebut. Penggunaan arang sekam tujuannya agar
media tanam memiliki porositas yang baik dan bobot media menjadi ringan
sehingga pot atau polybag gampang dipindahkan.
Apabila tidak ada arang sekam bisa
diganti dengan sekam padi, jerami padi atau serbuk gergaji. Hati-hati dalam
membuat media tanam, gunakan bahan-bahan yang bebas dari hama dan penyakit.
Silahkan baca cara membuat media tanam.
Perawatan budidaya seledri
Lakukan penyiraman setiap pagi dan
sore hingga tanaman berumur satu minggu. Setelah itu frekuensi penyiraman cukup
dilakukan 2-3 kali dalam satu minggu. Tergantung pada kondisi cuaca, usahakan
media tidak terlalu becek atau kering.
Untuk budidaya seledri organik
pemberian pupuk organik cair sangat efektif diberikan sebagai pupuk susulan.
Pupuk organik cair banyak dijual di toko-toko pertanian dalam berbagai merek,
atau bisa juga dibuat sendiri. Silahkan baca cara membuat pupuk organik cair.
Selain pupuk cair bisa juga digunakan pupuk kompos, pupuk kandang atau pupuk
hayati.
Encerkan pupuk organik cair sebelum
disiramkan pada tanaman. Biasanya 10 ml pupuk cair diencerkan dengan 1 liter
air sebelum digunakan. Untuk lebih khsususnya ikuti petunjuk yang terdapat
dalam kemasan pupuk tersebut. Siramkan pupuk yang telah diencerkan dengan dosis
100 ml per polybag. Frekuensi pemupukan dilakukan setiap 1-2 minggu sekali.
Budidaya seledri dalam pot atau
polybag sebenarnya relatif jarang terkena hama atau penyakit. Namun pada
budidaya seledri skala luas serangan banyak dijumpai. Tidak ada salahnya kita
mengetahui jenis-jenis hama dan penyakit tersebut.
Terdapat beberapa hama yang sering
dijumpai dalam budidaya seledri. Beberapa diantaranya adalah ulat tanah, keong,
kutu dan tunggau. Hama-hama tersebut bisa diberantas dengan dipungut langsung
dengan tangan. Apalagi untuk penanaman dalam polybag.
Sedangkan jenis-jenis penyakit
budidaya seledri adalah cercospora, bercak septoria dan virus aster yellow.
Untuk menghindari serangan penyakit-penyakit itu, lakukan pencegahan sejak
dini. Pencegahan dilakukan sejak pemilihan benih, menjaga sanitasi kebun dan
pemupukan yang baik.
Apabila serangan penyakit
menghebat, bisa dilakukan penyemprotan dengan pestisida organik. Silahkan baca
mengenai pengendalian penyakit dengan pestisida organik.
Panen budidaya seledri
Panen budidaya seledri bisa
dilakukan berkali-kali. Panen pertama biasanya terjadi setelah tanaman berumur
1-3 bulan setelah tanam, tergantung varietasnya. Pertumbuhan seledri dikatakan
telah maksimum setelah daunnya rimbun dan anakannya banyak.
Seledri dipanen dengan cara
memotong pangkal batang secara periodik. Frekuensi pemanenan bisa dilakukan 1-2
minggu sekali. Panen berakhir apabila pertumbuhan anakan sudah tidak produktif
lagi. Panen bisa juga dilakukan dengan dicabut.
Monday, October 12, 2015
Membuat Kompos Rumah Tangga
Membuat Kompos dari Sampah Bagi Rumah Tangga Dengan Lahan
Terbatas.
Bagi yang rumahnya hanya memiliki sedikit lahan kosong, pembuatan
kompos tetap dapat dilakukan.
- Sediakan drum atau sejenisnya.
- Lubangi kecil-kecil bagian dasar
drum untuk rembesan air dari sampah.
- Tanam drum dengan kedalaman sekitar
10 cm dari permukaan tanah.
- Masukkan sampah organik ke dalam
wadah (drum) setiap hari.
- Taburi dengan sedikit tanah, serbuk
gergaji, atau kapur secara berkala.
- Bila terdapat kotoran hewan
(kohe), bisa ditambahkan untuk meningkatkan kualitas kompos.
- Setelah penuh, tutup drum dengan
tanah dan diamkan selama tiga bulan.
- Keluarkan isi drum dan angin-anginkan selama 2 minggu. Kompos sudah dapat digunakan.
Wednesday, October 7, 2015
Pemanfaatan Pekarangan
A. PEMANFAATAN PEKARANGAN
Pekarangan merupakan lahan disekitar rumah dengan batas pemilikan yang sudah
jelas baik dipagar maupun tidak dipagar. Pekarangan dapat memberikan manfaat
bagi pemiliknya apabila dimanfaatkan dengan baik. Dengan pemanfaatan pekarangan
suasana akan terlihat lebih hijau dan asri, dapat juga digunakan untuk
menyalurkan hobi bercocok tanam. Selain itu hasil dari pemanfaatan pekarangan
dapat digunakan untuk pemenuhan gizi keluarga dan dapat digunakan untuk usaha
produktif yang memberikan keuntungan ekonomi.
Dalam pekarangan dilengkapai; beberapa fasilitas yang merupakan; kebutuhan
anggota; keluarga yaitu: Lahan pertanaman, Kandang ternak, Kolam ikan, Lumbung
atau gudang, Tempat menjemur hasil pertanian, Tempat menjemur pakaian, Halaman
tempat bermain anak-anak, Bangku, Sumur, Kamar mandi, Tiang bendera, Tiang
lampu, Garasi, Lubang sampah, Jalan setapak, Pagar,Pintu Gerbang dan lain-lain
Zona pekarangan dibagi menjadi Halaman depan (buruan), halaman samping (pipir)
dan halaman belakang (kebon). Halaman depan merupakan area
penempatan lumbung, tanaman hias, pohon buah, tempat bermain anak, bangku
taman, tempat menjemur hasil pertanian, halaman samping adalah tempat
jemur pakaian, pohon penghasil kayu bakar, bedeng tanaman pangan, tanaman obat,
kolam ikan, sumur dan kamar mandi dan untuk halaman belakang terdiri
dari bedeng tanaman sayuran, tanaman bumbu, kandang ternak, tanaman
industri.
B.TEKNOLOGI BUDIDAYA
1. Penanaman Konvensional
Selanjutnya adalah penyediaan bibit , dan tanaman yg dapat diperbanyak dengan bibit adalah ; bayam cabut, sawi, selada, seledri, kemangi, kecipir, bayam dan tanaman sayur kacang-kacangan. Biji atau benih tanaman sayuran tersebut dapat dibeli di toko penyalur benih yang ada. Sedangkan jenis sayuran tradisional seperti daun mangkokan, talas, katuk dan beluntas yang bijinya sulit diperoleh dapat diatasi dengan penanaman secara stek atau umbi.
2. Penanaman di Pot atau Polybag
Ada beberapa
tipe pot yang dikenal diantaranya, yaitu:
- pot tunggal,
- pot horisontal, dan
- pot vertikal.
a. Pot tunggal umumnya
digunakan untuk jenis tanaman sayuran buah dan umbi seperti cabai, mentimun,
tomat, buncis, pare, terong, paprika, kacang panjang, wortel, kentang, bawang
merah, bawang putih, bawang bombay dan lobak. Pot tunggal dapat dibuat dari
tanah liat, semen, kayu, ember, kaleng atau polibag. Yang pada bagian dasarnya
telah dilubangi sebagai pengatur drainase air.
b. Pot horisontal dibagi dua, horisontal tunggal dan
horisontal bertingkat yang harus dibuat sendiri dengan menggunakan pipa PVC,
bambu, papan, talang atau balok kayu. Dan digunakan untuk jenis tanaman sayuran
bunga dan daun yang mempunyai perakaran dangkal dan sempit seperti kangkung,
selada, talas daun, kailan, baby kapri, caisim, bawang daun, kubis, kol dan
brokoli. Pot vertikal sama uraiannya dengan pot horisontal di atas.
Lima Poin Pendidikan Anak Dalam Islam
Bunda, apakah ilmumu hari ini? Sudahkah kau siapkan dirimu
untuk masa depan anak-anakmu? Bunda, apakah kau sudah menyediakan tahta untuk
tempat kembali anakmu? Di negeri yang Sebenarnya. Di Negeri Abadi? Bunda, mari
kita mengukir masa depan anak-anak kita. Bunda, mari persiapkan diri kita untuk
itu.
Hal pertama Bunda, tahukah dikau
bahwa kesuksesan adalah cita-cita yang panjang dengan titik akhir di Negeri
Abadi? Belumlah sukses jika anakmu menyandang gelar atau jabatan yang
tertinggi, atau mengumpulkan kekayaan terbanyak. Belum Bunda, bahkan sebenarnya
itu semua tak sepenting nilai ketaqwaan. Mungkin itu semua hanyalah jalan
menuju ke Kesuksesan Sejati. Atau bahkan, bisa jadi, itu
semua malah menjadi penghalang Kesuksesan Sejati.
Allah Yang Maha Mencipta Berkata dalam KitabNya:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan
sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa
dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah
beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang
memperdayakan.” (QS 3:185)
Begitulah Bunda, hidup ini hanya kesenangan yang menipu,
maka janganlah tertipu dengan tolok ukur yang semu. Pancangkanlah cita-cita
untuk anak-anakmu di Negeri Abadi, ajarkanlah mereka tentang cita-cita ini.
Bolehlah mereka memiliki beragam cita-cita dunia, namun janganlah sampai ada
yang tak mau punya cita-cita Akhirat.
Kedua, setelah memancangkan cita-cita untuk
anak-anakmu, maka cobalah memulai memahami anak-anakmu.
Ada
dua hal yang perlu kau amati:
Pertama, amati sifat-sifat khasnya masing-masing.
Tidak ada dua manusia yang sama serupa seluruhnya. Tiap manusia unik. Pahami
keunikan masing-masing, dan hormati keunikan pemberian Allah SWT.
Yang kedua, Bunda, fahami di tahap apa saat ini
si anak berada. Allah SWT mengkodratkan segala sesuatu sesuai tahapan atau
prosesnya.
Anak-anak yang merupakan amanah pada kita ini, juga dibesarkan dengan
tahapan-tahapan.
Tahapan sebelum kelahirannya merupakan alam arwah.
Di tahap ini kita mulai mendidiknya dengan kita sendiri menjalankan ibadah,
amal ketaatan pada Allah dan juga dengan selalu menjaga hati dan badan kita
secara prima. Itulah kebaikan-kebaikan dan pendidikan pertama kita pada buah
hati kita.
Pendidikan anak dalam Islam, menurut Sahabat Ali bin
Abitahalib ra, dapat dibagi menjadi 3 tahapan/ penggolongan usia:
Monday, October 5, 2015
Thursday, October 1, 2015
Wednesday, September 30, 2015
Thursday, September 17, 2015
BERTANAM SAWI
Cara bertanam sawi sesungguhnya
tak berbeda jauh dengan budidaya sayuran pada umumnya. Budidaya konvensional di
lahan meliputi proses pengolahan lahan, penyiapan benih, teknik penanaman,
penyediaan pupuk dan pestisida, serta pemeliharaan tanaman.
Sawi dapat ditanam secara
monokultur maupun tumpang sari. Tanaman yang dapat ditumpangsarikan antara lain
: bawang daun, wortel, bayam, kangkung darat. Sedangkan menanam benih sawi ada
yang secara langsung tetapi ada juga melalui pembibitan terlebih dahulu.
Berikut teknik budidaya
sawi secara konvensional di lahan :
PEMBENIHAN.
- Benih merupakan
salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Benih yang baik akan
menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus.
- Kebutuhan benih
sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram.
- Benih sawi
berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras.
Warna kulit benih coklat kehitaman.
- Benih yang akan
kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus
kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat
menyimpannya.
- Selain itu juga
harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah
dengan alumunium foil.
- Apabila benih
yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas
benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur
lebih dari 70 hari.
- Dan penanaman sawi yang akan dijadikan benih terpisah dari tanaman sawi yang lain.
- Juga memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, tempat penyimpanan dan diharapkan lama penggunaan benih tidak lebih dari 3 tahun.
Subscribe to:
Posts (Atom)
















