TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI SITE KAMI BUMI PERMATA SUDIANG 2 RT 005/RW 022 SUDIANG RAYA
Showing posts with label Pemanfaatan Pekarangan. Show all posts
Showing posts with label Pemanfaatan Pekarangan. Show all posts

Monday, April 4, 2016

OPTIMALISASI PEMANFAATAN PEKARANGAN

Pekarangan adalah sebidang tanah disekitar rumah yang dikelilingi pagar bila dimanfaatkan secara maksimal dapat berperan sebagai pemberi keindahan dan keasrian, sekaligus apotek hidup dan warung hidup yang memudahkan kita memperoleh obat alami dan bumbu dapur yang masih segar. Jika dimanfaatkan secara maksimal dapat meningkatkan pemenuhan gizi mikro melalui perbaikan menu keluarga.

Pekarangan dapat diberdayakan untuk berbagai komoditas (tanaman, ternak dan ikan) sertadapat dilakukan secara terpadu mulai dari tanaman buah, sayuran, tanaman obat-obatan, tanaman perkebunan, pemeliharaan ternak dan pemeliharaan ikan. Budaya memanfaatkan pekarangansebenarnya telah lama dilakukan oleh masyarakat, terutama di pedesaan, meski demikian perlu digalakkan kembali mengingat kondisi saat ini kurang mendapat perhatian.

Pada lahan luas dianjurkan untuk menanam tanaman khususnya tanaman buah, seperti jerukdan jambu biji, sedangkan untuk lahan yang sempit dapat dianjurkan untuk menanam tanaman buah dalam pot (Tabulampot).

Dwnloud disini 

Wednesday, October 7, 2015

Pemanfaatan Pekarangan

A. PEMANFAATAN PEKARANGAN

Pekarangan merupakan lahan disekitar rumah dengan batas pemilikan yang sudah jelas baik dipagar maupun tidak dipagar. Pekarangan dapat memberikan manfaat bagi pemiliknya apabila dimanfaatkan dengan baik. Dengan pemanfaatan pekarangan suasana akan terlihat lebih hijau dan asri, dapat juga digunakan untuk menyalurkan hobi bercocok tanam. Selain itu hasil dari pemanfaatan pekarangan dapat digunakan untuk pemenuhan gizi keluarga dan dapat digunakan untuk usaha produktif yang memberikan keuntungan ekonomi.


Dalam pekarangan dilengkapai; beberapa fasilitas yang merupakan; kebutuhan anggota; keluarga yaitu: Lahan pertanaman, Kandang ternak, Kolam ikan, Lumbung atau gudang, Tempat menjemur hasil pertanian, Tempat menjemur pakaian, Halaman tempat bermain anak-anak, Bangku, Sumur, Kamar mandi, Tiang bendera, Tiang lampu, Garasi, Lubang sampah, Jalan setapak, Pagar,Pintu Gerbang dan lain-lain

Zona pekarangan dibagi menjadi Halaman depan (buruan), halaman samping (pipir) dan halaman belakang (kebon). Halaman depan  merupakan area penempatan  lumbung, tanaman hias, pohon buah, tempat bermain anak, bangku taman, tempat menjemur hasil pertanian, halaman samping  adalah tempat jemur pakaian, pohon penghasil kayu bakar, bedeng tanaman pangan, tanaman obat, kolam ikan, sumur dan kamar mandi dan untuk halaman belakang  terdiri dari  bedeng tanaman sayuran, tanaman bumbu, kandang ternak, tanaman industri.



B.TEKNOLOGI BUDIDAYA


1. Penanaman Konvensional

Pada model ini hal yang perlu diperhatikan adalah pemilahan areal tanam, persiapan dan pengolahan lahan tanam dan penyediaan bahan tanaman. Pengolahan lahan tanam meliputi pembersihan, pengolahan, pemupukan dan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan. Pencangkulan juga perlu dilakukan untuk menggemburkan lahan. Kemudian dilakukan pemupukan dasar dengan tujuan untuk menambah unsur hara pada tanah dengan cara mencampurkan dan mengaduk pupuk secara merata diseluruh bagian lahan. Pupuk yang sebaiknya digunakan adalah pupuk kandang atau kompos.

Selanjutnya adalah penyediaan bibit , dan tanaman yg dapat diperbanyak dengan bibit adalah ; bayam cabut, sawi, selada, seledri, kemangi, kecipir, bayam dan tanaman sayur kacang-kacangan. Biji atau benih tanaman sayuran tersebut dapat dibeli di toko penyalur benih yang ada. Sedangkan jenis sayuran tradisional seperti daun mangkokan, talas, katuk dan beluntas yang bijinya sulit diperoleh dapat diatasi dengan penanaman secara stek atau umbi.

2. Penanaman di Pot atau Polybag

Ada beberapa tipe pot yang dikenal diantaranya, yaitu:

  • pot tunggal,
  • pot horisontal, dan
  • pot vertikal.
a. Pot tunggal umumnya digunakan untuk jenis tanaman sayuran buah dan umbi seperti cabai, mentimun, tomat, buncis, pare, terong, paprika, kacang panjang, wortel, kentang, bawang merah, bawang putih, bawang bombay dan lobak. Pot tunggal dapat dibuat dari tanah liat, semen, kayu, ember, kaleng atau polibag. Yang pada bagian dasarnya telah dilubangi sebagai pengatur drainase air.

b. Pot horisontal dibagi dua, horisontal tunggal dan horisontal bertingkat yang harus dibuat sendiri dengan menggunakan pipa PVC, bambu, papan, talang atau balok kayu. Dan digunakan untuk jenis tanaman sayuran bunga dan daun yang mempunyai perakaran dangkal dan sempit seperti kangkung, selada, talas daun, kailan, baby kapri, caisim, bawang daun, kubis, kol dan brokoli. Pot vertikal sama uraiannya dengan pot horisontal di atas.

Saturday, September 5, 2015

KRPL

Acara Sosialisasi KRPL pada Kelompok Wanita Hijau di Kel. Sudiang Raya










Acara sosialisasi KRPL pada Kelompok oleh Tim Teknis Kantor Ketahanan Pangan Makassar